mdjum E-Learning

4 Juli 2009

Pengertian Hukum.

Filed under: Uncategorized — pemberianku @ 05:36

Manusia selalu bersentuhan dengan hukum dan hukum selalu mencampuri urusan manusia dari sebelum lahir dan masih juga mencampurinya setelah meninggal dunia.

Karena pada dasarnya manusia selalu berinteraksi satu dengan yang lain,  dimanapun ia hidup di dunia ini, sehingga terdapat perhubungan timbal balik. Manusia tidak dapat hidup seorang diri, karena itu harus hidup bersama dan membentuk suatu masyarakat.

Bahwa pergaulan hidup sebagai masyarakat yang teratur adalah penjelmaan hukum.  Dengan demikian  hukum tidak hanya menjelma di ruang Pengadilan, tetapi juga selalu menjelma dalam pergaulan hidup dan dalam tindakan-tindakan manusia.

Adanya hukum senantiasa menggerakkan daya pikir manusia, sejak dulu sampai dengan sekarang.  Sehingga timbul pertanyaan apa arti hukum ?

Meskipun demikian atas dasar penelitian yang pernah dilakukan oleh Prof.Dr.Soeryono Soekanto, SH.MA mengidentifikasikan paling sedikit  10 (sepuluh) arti hukum yaitu :

  1. Hukum sebagai ilmu pengetahuan. yakni pengetahuan yang tersusun secara sistimatis atas dasar kekuatan pemikiran.
  2. Hukum sebagai disiplin, yakni suatu sistim ajaran tentang kenyataan atas gejala-gejala yang dihadapi.
  3. Hukum sebagai kaidah, yakni pedoman atau patokan perilaku yang pantas dan diharapkan.
  4. Hukum sebagai Tata Hukum, yakni struktur dan proses perangkat kaidah-kaidah hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu, serta berbentuk tertulis.
  5. Hukum sebagai petugas, yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubugan erat dengan penegakan hukum (yang ditekankan dalam arti Law Enforcement Officer).
  6. Hukum sebagai keputusan penguasa, hasil proses diskresi.
  7. Hukum sebagai proses Pemerintahan, yakni proses hubungan timbal balik antara unsur-unsur pokok dari sitim kenegaraan.
  8. Hukum sebagai perilaku yang ajeg dan teratur.
  9. Hukum sebagai jalinan nilai – nilai yakni jalinan kosepsi – konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk.
  10. Dan Hukum sdebagai seni.

Untuk menjawab pertanyaan ini, orang (para ahli hukum) akan memberikan definisi – definisi tentang hukum, akan tetapi definisi yang diberikan itu tidak ada yang dapat mencakup secara keseluruhan.  Hal ini dikarenakan hukum mempunyai segi dan bentuk yang sangat luas dan sangat banyak.

Pendapat Prof.Mr.Dr.Lj.Van Apeldoorn

”  bahwa definisi hukum itu sangat sulit untuk dibuat karena tidak mungkin untuk mengadakannya sesuai dengan kenyataan “

Dan jika kita berbicara tentang arti hukum ?  tentunya tidak terlepas dari tujuan dan tugas hukum. Tujuan hukum adalah mencapai kedamaian hidup antar pribadi baik intern maupun ekstern.

Tugas hukum adalah menegakkan keadilan dengan memberikan kepastian hukum dan kesebandingan hukum, artinya keadilan akan terwujud dengan memberikan kepastian hukum di dalam pergaulan se sama manusia dan dapat menerima apa yang sebanding dengan perbuatannya.

Aturan hukum terwujud dalam keluarga, dalam negara, dalam masyarakat umat manusia, dan akhirnya dalam masyarakat universal. Jelasnya bahwa kepentingan manusia yang paling luhur dibumi ini adalah ” Keadilan “

dan manusia selalu mencari keadilan, memperjuangkan keadilan dan akan menentang apabila keadilan tidak diberikan atau apabila keadilan tidak ada. Itulah sebabnya kita   mengenal Motto                     ”  Fiat Yustitia, Ruat Coelum “ atau tegakkan keadilan, sekalipun langit runtuh.

Dengan demikian, terlaksana tidaknya keadilan banyak ditentukan oleh para aparat pelaksana hukum, dan dalam negara hukum yang bersendikan demokrasi, hukum dianggap sebagai suatu karya yang begitu penting sehingga hanya dapat dipercayakan kepada suatu aparatur yang bebas, yakni Pengadilan.

Bagi masyarakat yang berkecimpung dalam profesi yang berhubungan dengan dengan hukum biasanya disebut dengan ahli hukum, atau pakar hukum dan sebagai ahli hukum mereka benar-benar harus menguasai keahliannya yang tidak hanya ditemukan dalam peraturan  tertulis belaka, akan tetapi juga bersumber dari pola tingkah laku para penegak hukum.

Masyarakat  menganggap bahwa  ahli hukum adalah warga masyarakat  yang mempunyai keahlian-keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat  pada umumnya, sehingga apabila ada kasus-kasus atau masalah hukum, maka mereka dianggap sebagai ahlinya yang akan memberikan jalan keluarnya sekaligus dapat mengatasinya.

Para aparat pelaksana hukum atau ahli hukum yang menjelma dalam ruang sidang Pengadilan adalah Hakim, Jaksa, dan Pengacara (advokad) dalam peradilan pidana sedangkan dalam peradilan perdata hanya ada Hakim dan para pihak yang bersengketa yang biasanya diwakili oleh seorang pengacara atau advokad.

Namun demikian hukum tidak hanya identik atau menjelma di ruang pengadilan, melainkan diberbagai sisi kehidupan. Oleh karena itu, mengingat adanya kebutuhan masyarakat dalam kaitannya dengan pergaulan hidup dan tindakan – tindakan manusia, maka telah melahirkan berbagai pekerjaan dibidang hukum atau lebih tepat sebagai Profesi Hukum yang ruang lingkupnya tidak semata-mata di ruang Pengadilan, seperti Notaris, Konsultan Hukum Perusahaan, Konsultan Hukum Partai Politik, Konsultan Hukum Pasar Modal, Konsultan Hukum Perbankan dan lainnya.

Yang pasti ditangan Profesi Hukum inilah hukum dan keadilan ditentukan, tak berlebih jika dikatakan, baik dan buruknya Negara dan Pmerintahan juga banyak ditentukan pelaksana Profesi Hukum.

(kuliah online STUPOL).


Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: