mdjum E-Learning

4 Juli 2009

Kewajiban Profesi dan Kewajiban Hukum

Filed under: Uncategorized — pemberianku @ 07:22

Dilihat dari segi kepentingan, antara kepentingan profsi dan hukum terdapat persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan.

Didalam kepentingan terdapat unsur tanggung jawab yang merupakan beban moral, dengan demikian terdapat pertautan antara kepentingan, tanggung jawab, dan kewajiban, karena didalamnya terdapat unsur kebaikan yang dibebanka pada kehendak kita untuk dilaksanakan.

Dan didalam Profesi terdapat beberapa kepentingan antara lain :

a.Kepentingan Klien

Kepentingan klien yang dapat bersifat individual atau bersifat kolektif dan kepentingan klien ini langsung terkait apabila terjadi malpraktek profesional, dalam hubungannya dengan profesional kedudukan klien bersifat dependen dan dalam kondisi konfidensial dalam kerangka memberikan pelayanan.

b.Kepentingan Masyarakat.

Kepentingan masyarakat yang terkait erat dengan sifat profesi , karena sifat profesi harus mengedepankan pelayanan dan kepentingan umum (sifat alturistik) .

Pelayanan profesional yang ceroboh akan merugikan kepentingan masyarakat yang harus dilayani.

c.Kepentingan Negara.

Sepanjang yang menyangkut kepentingan Negara, masalahnya akan banyak berkaitan dengan kebijaksanaan sosial dalam bentuk program-program pembangunan dan khususnya pembangunan dibidang hukum dan lebih khusus lagi peningkatan kulaitas penegak hukum.

d.Kepentingan Organisasi Profesi.

Peranan organisasi profesi tidak hanya perusaha untuk pembinaan sumber daya manusia tetapi juga peran untuk pemantapan organisasi profesi hukum.

Didalam kewajiban hukum sendiri, kepentingan tidak semata-mata pada kesadaran terhadap kewajiban untuk taat pada ketentuan undang-undang saja, tetapi juga kepada hukum yang tidak tertulis. Bahkan kesadaran akan kewajiban hukum ini sering timbul dari kejadian-kejadian atau peristiwa – peristiwa yang nyata (sudikdo-mertokusumo, 1984:121)

Keterkaitan antara keajiban hukum dan kewajiban profesi terletak pada kesadaran akan kewajiban kepada orang lain, yaitu mengingat, memperhatikan, dan menghormati serta tidak merugikan kepentingan orang lain tanpa mengabaikan kepentingan sendiri atau organisasi profesinya.

Dalam perkembangannya sekarang, tidak lagi tepat menarik garis pisah yang tajam, antara kewajiban profesi dengan kewajiban hukum.

Selama kewajiban profesi itu dibuat atas dasar etika profesi, maka hampir tidak mungkin membuatnya terpisah sama sekali dari kewajiban hukum. (T.Mulya Lubis, 1987:66-67)

(kuliah Online stupol)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: